Di Cekoslowakia era komunis tahun 1980, Mara bermimpi meninggalkan desanya untuk menempuh pendidikan di kota dan menjadi seorang pilot. Namun, ayahnya—seorang petani berdarah Ruthenia yang menduda—bersikeras agar ia tetap tinggal dan menggarap lahan pertanian mereka. Ketika desa mereka terancam musnah akibat pembangunan bendungan baru, konflik antargenerasi di antara keduanya pun memuncak, menyingkap pergulatan antara tradisi, identitas, dan hasrat akan kebebasan di tengah perubahan sejarah.


